Tampilkan postingan dengan label ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ragam. Tampilkan semua postingan

Kakek 71 Tahun ini Nikahi Nenek 114 Tahun, Kisah Cinta Mereka Bikin Haru Netizen


SuaraNetizen.com - Cinta merupakan salah satu kata yang terdiri dari lima huruf namun punya makna yang tak bisa dijelaskan dengan kata – kata. Semua orang dilahirkan di dunia ini dengan penuh cinta. Mulai dari bayi , anak remaja bahkan maereka yang sudah lansia pun kadang masih bisa merasakan indahnya jatuh cinta.

Membahas soal cinta tak akan ada habisnya. Akan tetapi , cinta yang ada pada setiap pasangan itu berasal dari cinta yang tulus hingga membuat hubungan mereka erat dan terus dipersatukan.

Dan kali ini , ada sebuah cerita cinta yang sungguh menarik bahkan bisa bikin heboh natizen di media sosial.

Cerita cinta ini berasal dari seorang pria berusia 71 tahun yang menikahi Zhang Shuying, wanita yang telah berusia 114 tahun.

Pasang lanjut usia ini mengaku saling jatuh cinta , bahkan keduanya mengaku telah berpacaran selama satu tahun hingga pada akhirnya , Zheng yakin untuk menikahi Shuying.

Kisah cinta mereka berawal ketika mereka dipertemukan satu tahun yang lalu di rumah khusus orang lanjut usia di Tiongkok. Zheng mengaku mengalami cinta pada pandangan pertama ketika dirinya mengalami kecelakaan 50 tahun lalu dan Zhang adalah wanita pertama yang merawatnya dengan kelembutan.

Namun Zhang saat itu berkata jika ia tak bisa menjalani hubungan dengan pria yang lebih muda 43 tahun dari dirinya. Karena merasa umurnya yang sudah melebihi satu abad itu bukanlah sesuatu yang adil untuk Zheng.

Namun cinta Zheng terhadap Zhang begitu kuat. Dia tidak pernah memandang usia Zhang yang sudah lewat satu abad. Zheng tetap ingin menjalin cinta hingga pada akhirnya mereka mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan.


Keduanya dikabarkan resmi menikah dan mendapatkan surat-surat resmi seperti yang lazimnya didapatkan pasangan lain.

Setelah pernikahan, Zheng mengungkap alasan tragisnya mengapa ia tetap sendiri hingga usia 71 tahun.

“Aku adalah lelaki yang miskin. Saat usia 20 tahun aku kehilangan satu kakiku karena kecelakaan kereta,” ungkapnya.

“Aku tak pernah bermimpi mendapatkan cinta sejati seperti pada diri Zhang,” tambahnya.

Dengan Zhang kini menjadi istrinya, Zheng merasa kehidupannya telah lengkap. Ia merasa menemukan kembali separuh jiwanya yang telah hidup sendirian selama puluhan tahun.

Pernikahan mereka pun sangat romantis walaupun sama – sama sudah berusia tua. Hingga pada akhirnya , kisah cinta mereka beredar di media sosial dan membuat heboh banyak netizen. (Palingseru)

Inilah 4 Kota Yang Hilang Secara Misterius Namun Masih Dibicarakan Dunia Hingga Kini


Kota adalah suatu tempat yang di dalamnya ada makhluk hidup yang beraktifitas setiap hari. Dan kota akan hilang jika sudah lama tidak ditempati oleh makhluk hidup, entah karena bencana alam, perang, dan lain sebagainya. Berikut akan saya ulas tentang beberapa kota hilang yang paling terkenal di dunia.

Atlantis
4 Kota Ini Hilang dari Peradaban Dunia, Tapi Masih Ramai Dibicarakan

Atlantis digambarkan oleh Plato sebagai peradaban maju dan kekuatan laut yang tangguh. Atlantis dikatakan telah menaklukan sebagian besar wilayah Eropa sebelum tenggelam ke laut. Menurut mitos tradisional, kota ini menghilang karena Dewa kesal dengan ulah para penghuni kota ini. Namun menurut penelitian kota ini tenggelam karena gejala Geologi.

Lemuria
lemoria

Lemuria adalah daratan yang menghilang dari muka dunia. Lemuria disebut juga surga tropis yang terletak di Pasifik hingga akhirnya tenggelam dan lenyap dari peradaban manusia. Awal mula keberadaan manusia ini dapat ditelusuri arkeologis Augustus le Plogeon. Ia mengatakan bahwa orang Lemuria lah yang menciptakan kota besar seperti Mesir dan Meso Amerika. 

Akan tetapi hingga sekarang keberadaan Lemuria masih menjadi perdebatan. Dan sekarang Lemoria ini masih menjadi fiktif, karena sebuah pulau tidak mungkin menghilang dalam waktu yang singkat.

Sodom dan Gomora
sodom-dan-gamora

Sodom dan Gomora adalah salah satu kisah paling terkenal di dunia agama yang penuh penduduk yang berdosa. Oleh karena itu Tuhan menurunkan hujan api yang bertujuan untuk menghukum mereka dan akhirnya kota ini bebas dari peradaban manusia. Sekarang nama Sodom dan Gomora dikaitkan dengan beberapa sifat jahat dan dosa di dunia serta berbagai penulis literatur menyatakan kota ini sebagai kota raksasa modern dengan penduduk yang tidak bermoral.

Walau hingga sekarang keberadaan Sodom dan Gomora belum terbukti secara nyata, namun sebuah teori menyatakan bahwa Sodom dan Gomora adalah kota kuno yang mengalami bencana meteor pada tahun 3123SM. Meteor tersebut mengakibatkan kebakaran yang hebat hingga akhirnya menyebabkan kobaran api sangat besar yang menghanguskan kayu-kayu rambut hingga manusia. Manusia pada zaman tersebut belum mengerti tentang ilmu meteor menyatakan bahwa hal tersebut adalah hukuman dari Tuhan.

Troy
troy

Troy merupakan kota legenda yang menjadi pusat dari berbagai sejarah modern seperti tempat kediaman pahlawan Yunani Achilles dan kota dimana tempat terjadinya perang kuda Trajon. Dan nama Troy di kenal melalui syair Homer dalam sebuah sajak paling terkenal saat itu yakni Iliad.

Sejak dulu keberadaan Troy sebagai kota yang hilang sering dikaitkan serupa dengan Atlantis dan hingga akhirnya pada tahun 1871 tembok Troy ditemukan secara tidak sengaja. Dan alasan kenapa tembok Troy tidak pernah dikalahkan adalah karena tembok Troy dibangun di atas reruntuhan kota lainnya yang telah di hancurkan berkali-kali. Hal ini membuat tembok Troy menjadi sangat kuat. Sekarang tinggal reruntuhan yang tersisa dari kota legendaris ini, namun nama Achilles dan kuda Trajon tetap di kenal dunia sebagai bagian dari kota yang hilang tersebut.

Gini Surat Terbuka Anton Medan Untuk Koh Ahok

Gini Surat Terbuka Anton Medan Untuk Koh Ahok

  

Anton Medan (Net)

Pak Gubernur Yth.
SAYA memang bukan warga asli Jakarta, tapi kita sama-sama berasal dari etnis yang sama, Tionghoa. Meski lahir di Tebing Tinggi, tapi saya telah merasakan kerasnya hidup di ibu kota selama puluhan tahun.

Saya juga bukan orang yang suci untuk mengomentari Koh Ahok, saya hanya mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf dan memeluk agama Islam.

Saya ingat betul beberapa bulan sebelum pesta demokrasi Pemilu Presiden 2014, Koh Ahok berkata kepada saya, “Koh Anton, tolong jelaskan kepada saya, syahadat itu apa?”. Mendengar hal itu, perasaan saya seperti naik roller coaster, rasa haru serta macam-macam rasa yang lain tercampur jadi satu.

Saya juga masih ingat, ketika Koh Ahok masih mendampingi Joko Widodo yang kala itu masih duduk di kursi nomor satu Jakarta menanyakan masjid di Balai Kota. Pada waktu itu saya katakan, “Balai Kota DKI kok tidak ada masjid” dan Koh Ahok pun terkaget-kaget. “Apa iya?” timpal koh Ahok saat itu. Koh Ahok pun lantas memerintahkan untuk membangun masjid di Balai Kota DKI.

Kita semua tahu, selama puluhan tahun DKI tidak memiliki masjid raya atau masjid agung (masjid besar), namun saat Koh Ahok menjabat sebagai wakil orang yang kini duduk teratas di Indonesia, Koh Ahok mengusahakannya, dan dibangunlah Masjid Raya DKI Jakarta di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Sempat disayangkan saat Pak Jokowi menjadi presiden dan Koh Ahok menjadi penggantinya, muncul demonstrasi besar-besaran menolak Koh Ahok, dengan alasan karena tidak beragama Islam. Oknum-oknum orang Islam tertentu pun memaki-maki Koh Ahok di depan umum. Lalu muncul pula istilah ‘mulut comberan’ sebagai ungkapan untuk menunjukkan kebencian mereka terhadap Koh Ahok.

Terus terang, waktu itu saya langsung teringat kata-kata Gus Dur yang mengatakan, walaupun keluar dari pantat ayam, kalau telur, ambil. Maka, saya katakan juga, walaupun di comberan, kalau berlian, ambil.

Sebagai sesama turunan Tionghoa, semua orang tahu kalau saya dan Koh Ahok memiliki kedekatan. Saya ingat 6 tahun yang lalu, saat Koh Ahok bercerita ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI melalui jalur independen. Targetnya waktu itu hanyalah, bisa tercatat pernah menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Saya pun membantu Koh Ahok dan ikut dalam pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat.

Eh, dasar memang rezekinya, Koh Ahok malah dicalonkan sebagai wakil gubernur dan berpasangan dengan Joko Widodo, yang kemudian membawa Koh Ahok menjadi Gubernur DKI definitif. “Rezeki enggak akan ke mana”.

Jika kita ingat masa-masa sering ‘curhat’ dulu, Koh Ahok pun pernah bercerita kepada saya, ketika masih duduk di bangku SD dan SMP, Koh Ahok bersekolah di sekolah Islam. Tetapi, sayang tidak bisa ikut mengaji karena tidak boleh masuk masjid.

Mendengar hal itu saya bukan kaget, tetapi bingung. Bagaimana tidak, sedangkan dulu Nabi Muhammad ketika membangun Madinah dan memimpin pemerintahan dengan lebih 70 golongan, beliau tidak membangun balai pertemuan khusus, selain masjid. Namun, sebagai seseorang yang tidak memeluk Islam dari lahir, mohon dikoreksi jika saya keliru dan ada yang lebuh mengetahui perihal itu.

Saat terakhir pertemuan kita, saya ingat pernah bertanya kepada Koh Ahok, “Hok, gua nggak ingin lu masuk Islam waktu jadi gubernur. Nanti dibilang orang pencitraan”. Tapi Koh Ahok malah menimpali, “Tapi kalau hidayah datang, siapa yang bisa menghalangi?” Subhanallah. Mendengar itu saya hanya bisa diam terpaku.

Jika kita semua ingat, saat mengawal Republik Indonesia yang berdasar Pancasila, Agus Salim yang ketika itu menjadi Menteri Luar Negeri dan sedang berada di luar negeri secara tegas menyatakan identitasnya bahwa dirinya adalah orang Indonesia yang beragama Islam.

Pernyataan itu perlu dihayati dengan kesadaran keagamaan yang mendalam. Bangsa Indonesia dengan mayoritas umat Islam telah bersepakat mendirikan negara dengan dasar Pancasila. Bahkan dalam persiapan menuju kemerdekaan, muncul semacam aksioma, “Seseorang tidak punya bangsa apa artinya, sebuah bangsa tidak punya negara apa artinya, dan seseorang tak punya negara bisa berbuat apa untuk agama.”

Merujuk kekhasan perjuangan Islam yang rahmatan lil alamin, ada trilogi, Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Basariyah, dan Ukhuwah Wathoniyah (persaudaran Islam, persaudaraan kemanusiaan, dan persaudaraan kebangsaan). Sedangkan kalau ada trilogi lain dengan kebencian, seperti misalnya “Negara Islam, negara musuh, dan negara non-Muslim yang mengadakan perjanjian damai” itu sangatlah bertentangan dengan jiwa Bangsa Indonesia.

Perli diingat, sesungguhnya Islam yang bersenyawa dengan kultur bangsa Indonesia adalah teladan dunia. Mengawal negara yang berdasar Pancasila dengan perjuangan Islam rahmatan lil alamin tanpa kebencian, adalah sangat utama. Sehingga, siapa pun orang Indonesia berkewajiban mengawal Republik Indonesia yang berdasar Pancasila.

Wajar, dan bahkan seharusnya, jika saat ini masyarakat mengapresiasi orang seperti Koh Ahok, yang siap bertaruh nyawa untuk membangun Indonesia khususnya DKI Jakarta, menjadi lebih baik, yang ditunjukkan dengan satunya pikiran, ucapan, dan tindakan.

Umat Islam mengemban amanah, mengembangkan, dan mengamalkan konsep Iman-Islam-Ihsan. Jangan malah Ihsan diganti dengan panjang umur murah rezeki. Dan apabila kita berpikir dan berperasaan secara Islam, Insya Allah, kita layak menyebut Koh Ahok sebagai salah seorang patriot bangsa Indonesia yang Islami, meskipun dia non-Muslim.

Salam hormat,

Anton Medan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI). (Kriminalitas/SuaraNetizen)

Biksu Di India Ini Tiap Kutbah Tak Pakai Sehelai Benangpun


SuaraNetizen.com - Seorang Biksu yang bernama Tarun Sagarji Maharajyang menganut ajaran Jainisme memberikan khotbah di sebuah aula besar di hadapan menteri dan pejabat. Dalam ajaran Jainisme, para biksu senior biasanya tidak memakai pakaian apapun. Mereka hanya mempunyai sapu bulu merak dan buah labu manis.

  

Ajaran Jainisme adalah salah satu agama di India yang ada sebelum agama Budha muncul. Saat ini diperkirakan ada 8 juta orang di India menganut agama ini. Biksu yang merupakan anggota salah satu sekte Digambara ini memang biasanya tidak mengenakan pakaian. Mereka menganggapnya itu bukan telanjang, tapi mereka memakai pakaian alam.

Penganut Jainisme biasanya masyarakat menengah ke atas. Oleh sebab itu bukan hal yang mustahil bisa biksu ini bisa diundang oleh menteri dan berbicara di depan para pejabat di India.

  

Dalam khutbahnya di Haryana, biksu Tarun Sagarji Maharaj menyampaikan beberapa hal tentang hubungan India-Pakistan, nasihat perkawinan, dan nasihat cara berpolitik yang baik. Namun dalam khutbah yang berlangsung sekitar 40 menit itu, isi dari nasihat yang ia berikan menimbulkan banyak kemarahan netizen. Pasalnya biksu ini memberi nasihat dengan merekomendasikan untuk melakukan aborsi janin perempuan dan menyebarkan permusuhan dengan Pakistan. Tapi tetap saja bagi pengikutnya, mereka amat antusias dan mendengarkan dengan penuh perhatian tentang apa yang ia sampaikan.

Lihat videonya https://youtu.be/7E6Xur0745g


500 Tokoh Islam Paling Berpengaruh Di Dunia, Jokowi Urutan 13, Kh. Said Aqil No 20


Tokoh Islam Paling Berpengaruh — Untuk kali kedelapan, Pusat Studi Strategi Islam di Amman, Jordania, merilis daftar 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.

Seperti biasa, dalam daftar ini, 50 tokoh Islam teratas yang dianggap paling berpengaruh dipilah secara khusus. Sementara itu, sisanya dipecah ke dalam 15 kategori tanpa pemeringkatan.

Seperti halnya daftar tahun lalu, daftar 50 tokoh Islam yang paling berpengaruh juga didominasi para ulama dan kepala negara.

Menurut situs resmi lembaga themuslim500.com, pengumuman nama-nama para tokoh ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh seorang Muslim terhadap komunitasnya.

Kriteria pengaruh dalam kajian ini adalah tokoh ini memiliki kekuasan (ideologi, budaya, finansial, politik, dan lainnya) untuk membuat perubahan dan dampak signifikan untuk dunia Muslim.

Lembaga ini menekankan, dampak yang dimaksud bisa saja berupa dampak negatif atau positif, tergantung sudut pandang.

Selain itu, pemeringkatan bukan berarti lembaga ini mendukung seluruh pandangan para tokoh tersebut. Kajian ini sekadar untuk mengetahui pengaruh tokoh-tokoh tersebut.

Daftar ini memang masih didominasi tokoh agama dan kepala negara. Peringkat pertama ditempati Profesor Dr Sheikh Ahmar Muhammad al-Tayeb, pemimpin Universitas Al-Azhar sekaligus imam besar masjid Al-Azhar, Kairo.

Peringkat kedua dan ketiga ditempati Raja Jordania Abdullah II dan Raja Salam bin Abdul Aziz al-Saud dari Arab Saudi.

Sementara itu, di peringkat keempat terdapat nama Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei, pemimpin spiritual Republik Islam Iran.

Dari Turki, muncul dua nama dalam daftar 50 tokoh paling berpengaruh ini, yaitu Presiden Recep Tayyip Erdogan dan musuh bebuyutannya, Fethullah Gullen.


Empat nama dari Indonesia

Lalu, bagaimana dengan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia? Indonesia ternyata menyumbangkan empat nama.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi menempati posisi ke-13 daftar tokoh Islam paling berpengaruh ini.

Dalam keterangan yang ditulis tentang Presiden Jokowi, lembaga ini menyebut dia sebagai seorang politisi sukses dan bersih. Lembaga ini juga menyebut Jokowi mengawali karier politiknya sebagai Wali Kota Solo.

Menurut lembaga ini, saat menjadi wali kota, Jokowi sangat dekat dengan konstituennya dan berhasil mempromosikan Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Dia juga dinilai berhasil memperbaiki sistem transportasi, kesehatan, dan hubungan bisnis dengan masyarakat.

Jokowi juga sukses mempertahankan citranya sebagai politisi bersih dengan menghindari korupsi dan nepotisme yang banyak dilakukan banyak pejabat lain.

Lembaga ini juga menyitir aksi blusukan yang kerap dilakukan Joko Widodo untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Aksi ini banyak dikritik, tetapi sukses membuat Jokowi menjadi sosok pejabat yang dekat dengan rakyat.

Said Aqil Siradj

Peringkat ke-20 dalam daftar itu ditempati nama Ketua Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siradj, organisasi massa terbesar di Indonesia dengan ratusan cabang yang tersebar di hampir semua wilayah di Indonesia.

Dengan struktur kepemimpinan yang solid di tingkat daerah hingga pusat, KH Aqil Siradj tak salah jika dianggap sangat berpengaruh dalam pergerakan Islam Sunni di Indonesia.

Hal yang membuat NU berbeda dengan organisasi Islam lainnya adalah basis organisasi ini yang kebanyakan adalah masyarakat pedesaan.

Selain itu, NU memosisikan diri sebagai organisasi Islam tradisional yang menekankan sektor pendidikan serta keterlibatan politik berbasis Islam.

Sosok Aqil Siradj sendiri adalah seorang tokoh yang memiliki latar belakang akademis mumpuni, terutama dalam hal ilmu tentang Islam dan sangat menjunjung tinggi pendidikan sebagai syarat utama pembangunan.

Dia mendirikan Said Aqil Center di Mesir, sebuah pusat studi yang fokus dalam pembicaraan dan diskusi soal Islam, khususnya di dunia Arab.

Din Syamsudin

Satu lagi nama tokoh Muslim Indonesia di daftar ini adalah Dr Din Syamsudin, pemimpin Muhammadiyah yang menduduki peringkat ke-41.

Selain menjadi pemimpin Muhammadiyah, Din juga memimpin MUI, anggota Kelompok Visi Strategis Rusia-Islam, Ketua Forum Perdamaian Dunia, dan Presiden Dewan Hubungan Antar-agama.

Dia juga menjadi guru besar Ilmu Politik Islam di Universitas Islam Negeri Jakarta dan Ketua Pusat Dialog dan Kerja Sama Antar-peradaban.

Din Syamsudin juga dinilai aktif dalam dialog antar-agama dan antar-budaya. Baru-baru ini, Din kembali terpilih sebagai Presiden Konferensi Keagamaan untuk Perdamaian Asia (ACRP) untuk masa jabatan lima tahun.

Selain itu, Muhammadiyah juga aktif mencari solusi konflik di Thailand Selatan dan Filipina Selatan. Muhammadiyah juga merupakan anggota International Contact Group (ICG) dalam upaya perdamaian antara Pemerintah Filipina dan pemberontak Moro.

Habib Luthfi bin Yahya

Habib Luthfi, yang menempati peringkat ke-45, saat ini adalah Rais Amm dari Jamiyah Ahli Tahriqah al-Mu'tabarah al-Nahdliyah di Pekalongan, Jawa Tengah, dan juga menjabat sebagai Ketua MUI Jawa Tengah.

Habib Luthfi juga merupakan pemimpin spiritual tarekat Ba Alawi di Indonesia. Tarekat ini adalah para keturunan Nabi Muhammad yang bermigrasi ke Hadramaut, Yaman, pada masa-masa awal sejarah Islam.

Setelah mempelajari Islam dari para ulama di Indonesia, Habib Luthfi kemudian pergi ke Mekkah dan Madinah untuk melanjutkan pelajarannya.

Habib Luthfi akhirnya mendapatkan ijazah untuk semua ilmu Islam tradisional termasuk hadis dan tasawuf.

Sepanjang hidupnya, Habib Luthfi sudah mendirikan ribuan sekolah dan masjid di Indonesia dan memiliki jutaan pengikut.

Daftar lengkap 500 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia bisa Anda lihat di www.themuslim500.com.

Berikut saya cantumkan daftar 1-50 saja nama tokoh muslim tersebut:

Berikut urutan tokoh berpengaruh 50 besar

1. HE Professor Dr Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb, Egypt (Grand Sheikh of the Al-Azhar University, Grand Imam of AlAzhar Mosque
2. HM King Abdullah II ibn Al-Hussein, Jordan (King of the Hashemite Kingdom of Jordan and Custodian of the Holy Sites of Jerusalem)
3. HM King Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud, Saudi Arabia (King of Saudi Arabia, Custodian of the Two Holy Mosques)
4. HE Grand Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei, Iran (Supreme Leader of the Islamic Republic of Iran)
5. HM King Mohammed VIMorocco, King of Morocco, His Majesty Amir al-Mu’minin)
6. HE Justice Sheikh Muhammad Taqi Usmani, Pakistan (Leading Scholar of Islamic Jurisprudence)
7. HE Grand Ayatollah Sayyid Ali Hussein Sistani, Iraq (Marja of the Hawza, Najaf, Iraq)
8. HE Recep Tayyip Erdogan, Turkey (President of the Republic of Turkey)
9. HE Sheikh Abdullah Bin Bayyah, Mauritania (President of the Forum for Promoting Peace in Muslim Societies)
10. Amir Hajji Muhammad Abd Al Wahhab, Pakistan (Amir of Tablighi Jamaat, Pakistan)
11. HM Sultan Qaboos bin Sa’id Aal Sa’id, Oman (Sultan of Oman)
12. HH General Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, United Arab Emirates (Crown Prince of Abu Dhabi and Deputy Supreme Commander of the UAE Armed Forces)
13. HE President Joko Widodo, Indonesia (President of Indonesia)
14. Prince Muhammad bin Naif bin Abdul-Aziz Al-Saud and Prince Muhammad bin Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud Saudi Arabia
15. HE Sheikh Abdul-Aziz ibn Abdullah Aal Al-Sheikh, Saudi Arabia (Grand Mufti of the Kingdom of Saudi Arabia)
16. Sheikh Ahmad Tijani bin Ali Cisse, Senegal (Leader of the Tijaniyya Sufi Order
17. HE President Muhammadu Buhari, Nigeria (President of Nigeria)
18. HE Sheikh Dr Ali Goma’a, Egypt (Former Grand Mufti of the Arab Republic of Egypt)
19. Sheikh Salman Al-Ouda, Saudi Arabia, (Saudi Scholar and Educator)
20. Dr KH Said Aqil Siradj, Indonesia, (Chairman of Indonesia’s Nahdlatul Ulama)
21. HE President Abdel Fattah Saeed Al-Sisi, Egypt
22. Amirul Mu’minin Sultan Muhammadu Sa’adu Abubakar III, Nigeria (Sultan of Sokoto)
23. Mufti Muhammad Akhtar Raza Khan Qaadiri Al-Azhari, India (Barelwi Leader and Spiritual Guide)
24. HE Mohammad bin Mohammad Al-Mansour, Yemen (Imam of the Zaidi Sect of Shi‘a Muslims)
25. Habib Umar bin Hafiz, Yemen (Director of Dar Al Mustafa, Tarim, Yemen)
26. HE Sheikha Munira Qubeysi, Syria (Leader of the Qubeysi Movement)
27. Rached Ghannouchi, Tunisia (Tunisian Politician))
28. HH Emir Sheikh Tamim bin Hamad, Qatar (Emir of Qatar)
29. Dr Amr Khaled, Egypt (Preacher and Social Activist)
30. HE. President Mahmoud Abbas, Palestinian Territories (President of the Palestinian National Authority)
31. Sheikh Dr Yusuf Al Qaradawi, Qatar (Head of the International Union of Muslim Scholars)
32. HM Queen Rania Al-Abdullah, Jordan (Queen of the Hashemite Kingdom of Jordan)
33. Sheikh Hamza Yusuf Hanson, United States of America, (Teacher and Co-founder of Zaytuna College, USA)
34. Moez Masoud, Egypt
35. Seyyed Hasan Nasrallah, Lebanon, (Secretary General of Hezbollah)
36. Habib ‘Ali Zain Al Abideen Al-Jifri, United Arab Emirates (Director General of the Tabah Foundation, UAE)
37. HRH Shah Karim Al-Hussayni, France (The Aga Khan IV, 49th Imam of Ismaili Muslims)
38. HE Sheikh Ibrahim Salih, Nigeria (The Grand Mufti of Nigeria)
39. Maulana Mahmood Madani, India (Leader and Executive Member of Jamiat Ulema-e-Hind, India)
40. Professor Dr Seyyed Hossein Nasr, United States of America (Philosopher & University Professor)
41. Professor Dr M Din Syamsuddin, Indonesia (former Chairman of Muhammadiyah, Indonesia)
42. HH. Amir Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, United Arab Emirates
43. Sheikh Usama al-Sayyid Al-Azhari, Egypt
44. Khaled Mashal, Palestinian Territories, (Leader of Hamas)
45. Habib Luthfi bin Yahya, Indonesia (Preacher)
46. Abdul-Malik Al-Houthi, Yemen (Leader of the Houthi Movement)
47. Mustafa Hosny Egypt, (Preacher)
48. Hodjaefendi Fethullah Gülen, Turkey (Turkish Muslim Preacher)
49. Sheikh Mahmud Effendi, Turkey
50. Dr Aref Ali Nayed, Libya