Dituduh Menghina Agama Hindu, Ibu di Bali ini dipenjara 14 Bulan, Ahok?


Jakarta - Rusgiani (44) dipenjara 14 bulan karena menghina agama Hindu. Ibu rumah tangga itu menyebut canang atau tempat menaruh sesaji dalam upacara keagamaan umat Hindu dengan kata-kata najis.

Kasus bermula saat Rusgiani lewat di depan rumah Ni Ketut Surati di Gang Tresna Asih, Jalan Puri Gadung II, Jimbaran, Badung, pada 25 Agustus 2012. Saat melintas, dia menyatakan canang di depan rumah Ni Ketut najis. Canang adalah tempat sesaji untuk upacara agama Hindu.

"Tuhan tidak bisa datang ke rumah ini karena canang itu jijik dan kotor," kata Rusgiani seperti tertulis dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (31\/10\/2013).

Menurut Rusgiani, dia menyampaikan hal itu karena menurut keyakinannya yaitu agama Kristen, Tuhan tidak butuh persembahan. Rusgiani mengaku mengeluarkan pernyataan itu spontan dan disampaikan di hadapan tiga orang temannya.

"Tidak ada maksud menghina atau pun menodai ajaran agama Hindu," ujar Rusgiana.

Atas perkataannya itu, Rusgiani dilaporkan ke polisi setempat. Setelah melalui proses penyidikan yang cukup lama, Rusgiani pun duduk di kursi pesakitan. Jaksa menuntut Rusgiani dengan hukuman 2 tahun penjara. Lalu apa kata majelis hakim?

"Menjatuhkan hukuman 1 tahun dan 2 bulan penjara," putus majelis hakim yang diketuai oleh AA Ketut Anom Wirakanta dengan anggota Indria Miryani dan Erly Soeliystarini.

Majelis hakim menyatakan Rusgiani telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan agama yang dianut di Indonesia. Perkataan Rusgiani dapat mengganggu kerukunan umat beragama dan telah menodai agama Hindu.

"Perbuatan terdakwa dapat mencederai hubungan keharmonisan antar umat beragama di Indonesia," ujar majelis yang dibacakan pada 14 Mei 2013 lalu. Atas vonis ini, Rusgiani menerima dan tidak mengajukan banding.

Sumber : http://m.detik.com/news/berita/2400764/hina-agama-hindu-ibu-rumah-tangga-di-bali-dibui-14-bulan

BAGAIMANA DENGAN AHOK ???

Ikut Demo, Amin Rais: Ahok orang Jahaat, Yakin jadi Tersangka

Ikut Demo, Amin Rais: Ahok orang Jahaat, Yakin jadi Tersangka
Ikut Demo, Amien Rais sebut Ahok Orang Jahat
Amien Rais/NET

Jakarta – Amien Rais hadir dalam unjuk rasa menentang Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam orasinya, Amien meminta agar Ahok segera dijadikan tersangka.

“Saya yakin Ahok akan dijadikan tersangka. Dia orang jahat,” kata Amien di depan Gedung Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).

Amien yang mengenakan kemeja berwarna putih ini menyebut Ahok adalah penjahat yang sudah melakukan banyak kesalahan. Ia tak terima jika kota seperti Jakarta dipimpin orang ‘jahat’ seperti Ahok.

“Setan (Ahok) memang harus diberangus dari negara ini. Dia orang kasar dan gak beradab,” ujarnya ketika berbicara di atas mimbar.

Tak lupa, tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga meminta agar para pendemo tak berbuat rusuh.

“Jangan buat rusuh. Saya percaya Ahok sudah disiapkan untuk jadi tersangka,” tutupnya.

Atlet asal inggris minta maaf karena telah melecehkan Agama Islam

Atlet asal inggris minta maaf karena telah melecehkan Agama Islam

Setelah Menghina Agama Islam, Atlet Senam Ini Menyesal dan Minta MaafSKYSPORTS Louis Smith 

LONDON - Atlet asal Inggris, Louis Smith, meminta maaf kepada publik setelah video yang menampilkan dirinya menghina Agama Islam tersebar.

Smith menyampaikan permohonan maafnya saat tampil di acara talkshow yang disiarkan di ITV, Loose Women.

Ia mengaku malu dengan apa yang telah dilakukannya.

Sebelumnya, video yang menampilkan dirinya mengejek Islam ditampilkan oleh media Inggris, The Sun.

Dalam video itu, ia dan rekannya sesama atlet, Luke Carson, dalam keadaan mabuk menirukan gerakan ibadah salat sambil berteriak 'Allahu Akbar'.

"Saya meminta maaf sepenuhnya, saya sudah berbicara dengan ibu saya selama dua menit dan meminta maaf kepadanya juga," ujar Smith seperti dikutip SuperBall.id dari Daily Mail, Sabtu (15/10/2016).

"Saya sangat malu dengan tindakan saya, saya ingin berusaha dan membangun kembali rasa hormat dan percaya karena banyak orang yang mengatakan mereka menghormati dan mendukung saya."

Permintaan maaf juga disampaikannya melalui akun Instagram-nya.


An apology from me
Selain meminta maaf, pria berusia 27 tahun itu juga menceritakan hal apa yang sebenarnya terjadi hingga akhirnya video yang menggemparkan publik pun bisa tercipta dan tersebar.

SKYSPORTS Louis Smith 
"Waktu itu pukul lima pagi dan kami bersikap kekanak-kanakan dan menyanyikan lagu-lagu Disney, kami menirukan Lion King, kemudian Jungle Book dan kami menyanyikan lagu Aladdin."
"Luke menarik sebuah karpet dari tembok seakan-akan itu karpet ajaib dan saat itulah kami bertindak menyimpang terlalu jauh."

"Saya merekamnya di telepon genggam milik teman lalu mengirimnya di gup chat yang saya pikir di situlah teman saya menyebarkannya ke media massa," ujarnya.

Karena video itu pula Smith sempat menerima ancaman pembunuhan dari kelompok jihad.
Smith adalah pesenam yang sarat prestasi di berbagai ajang.

Di ajang Olimpiade, ia selalu mendapat medali sejak 2008 hingga 2016. (SuperBall.id)

Ahok dilaporkan ke dewan HAM PBB atas kasus ini


JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melaporkan perihal kasus penggusuran ke Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal tersebut dilakukan karena penggusuran merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Penggusuran berdampak (buruk) pada kesejahteraan rakyat. Pemberian rumah susun (rusun) itu bukan solusi. Karena kan katanya gratis, tahunya mereka ujung-ujungnya harus bayar. Belum lagi jauh dari tempat kerja dan sekolah," ujar Wakil Ketua Komnas HAM Ansori Sinungan kepada Okezone, Sabtu (15/10/2016).

Selain itu, mantan Direktur Hak Cipta di Direktorat Hukum Kementrian Hukum dan HAM itu menilai, penggusuran hanya menguntungkan satu pihak saja. Pasalnya, dengan memindahkan permukiman warga, Pemprov DKI Jakarta tidak memikirkan nasib rakyat menengah ke bawah.

"Jangan sampai lahan yang sudah digusur malah terbengkalai. Atau malah berdiri gedung-gedung. Itu sama saja menggusur rakyat menengah ke bawah untuk berpihak ke kaum kapitalis," ujarnya.

Untuk itu, Komnas HAM memiliki hak meminta bantuan Dewan HAM PBB dalam hal menyejahterakan rakyat dari penggusuran. Mengingat Komnas HAM sudah berkali-kali melakukan komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), namun tidak digubris.

"Kita sudah sering bertemu dengan Gubernur DKI (Ahok) sudah berkomunikasi. Tapi tidak digubris, maka wajar bila kami meminta bantuan. Kan PBB juga menangani hak asasi, kan negara kita masuk ke dalam sana," tukasnya. (Okezone)

Jika tak dihukum, FPI ancam akan bunuh Ahok, gini respon kapolda

Jika tak dihukum, FPI ancam akan bunuh Ahok, gini respon kapolda

  

Rizieq Shihab sedang berorasi di atas sebuah mobil saat berlangsungnya unjuk rasa di Jakarta, 14 Oktober 2016. FOTO/Maria Fransisca

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan memberi tanggapan mengenai ancaman yang dilontarkan massa Front Pembela Islam (FPI) akan membunuh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. "Belum ada tindakan pembunuhan," kata Iriawan saat dikonfirmasi di Balai Kota pada Jumat, 14 Oktober 2016.

Ketua FPI Muhammad Rizieq Shihab menuntut agar kepolisian menangkap dan memenjarakan Ahok atas kasus penistaan agama. Jika tidak, Rizieq akan membawa ribuan massa mendatangi Balai Kota dan membunuh Ahok. Mereka menganggap Ahok telah menghina umat Muslim di seluruh dunia.

Menurut Iriawan, ucapan Ketua FPI itu hanya gertakan saja. Pihaknya tak akan melakukan tindakan hukum terkait ancaman tersebut.

Pada saat FPI melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, kemarin, Iriawan bersama Panglima Komando Daerah Militer Jaya Teddy Lhaksmana berusaha menenangkan massa FPI. Keduanya naik ke atas mobil dan ikut mendampingi Rizieq berorasi. Setelah itu, kedua perwira itu bergantian mengimbau agar massa tidak berbuat anarkis.

Ketika itu, massa sempat memanas karena polisi memutar lagu Islami di saat mereka sedang berorasi. Mereka melemparkan botol bekas air minum kemasan ke mobil polisi. Ketegangan sempat terjadi beberapa saat namun berhasil diredam.

Massa kemudian menggelar salat Ashar bersama. Kapolda Iriawan dan Pangdam Jaya Teddy ikut salat Ashar. Mereka kemudian menggelar doa bersama agar Ahok ditangkap polisi. Setelah itu, mereka membubarkan diri secara tertib. (TEMPO.CO)

PBNU Larang Nahdiyyin Ikut Demo, Ini sebabnya

PBNU Larang Nahdiyyin Ikut Demo, Ini sebabnya
Alasan PBNU Larang Warganya  Ikut Demo Anti Ahok

KBR, Jakarta- Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) melarang anggotanya ikut serta dalam demo menentang Ahok hari ini. Ketua PB NU Said Agil Siradj   khawatir demo bakal memicu masalah lebih besar.
Selain itu kata Said, demo kali ini rentan diboncengi kepentingan politis terkait pilkada.

"Kalau warga NU saya larang, Anshor saya larang, pemuda-pemuda NU, mahasiswa NU, PMII saya larang, nggak akan ada yang turun. Alasannya daripada menimbulkan fitnah lebih besar lagi, kalau sekarang kan fitnahnya cuma satu, dari Pak Ahok lah katakan, tapi kalau ditambah dengan fitnah yang lain, nanti malah mengancam keamanan, mengancam ketenangan. Iya kalau demonya baik, kalau ditumpangi pihak ketiga yang politis, bukan hanya masalah surat al maidah, targetnya ingin mengubah keadaan," kata Said di Kemenkopolhukam, Jumat (14/10/2016).
Said Agil menambahkan, PB NU menerima permohonan maaf yang telah disampaikan Ahok.

"Saya pribadi NU menerima permintaan maaf itu. Tapi MUI tidak menerima rupanya, mau gimana, orang kalau udah mengaku salah, berarti keseleo, tidak sengaja, hal yang sangat mungkin, terjadi dilakukan oleh siapa saja," lanjutnya.

Terkait pelaporan Ahok ke polisi, Said mendukung proses hukum tetap berjalan. Kata dia, hal ini lebih baik untuk menghindari aksi anarkis dari masyarakat.

"Daripada anarkis, daripada nanti masyarakat main hakim sendiri, lebih baik diproses, kan berangkat dari praduga tak bersalah kalau diperiksa, berangkat dari nol, daripada masyarakat main hakim, itu yang bahaya sekali," ujarnya. 

Editor: Rony Sitanggang/kbr

MUI: Nusron blunder kalau ngomong pakai akal jangan pakai dengkul, bikin malu

MUI: Nusron blunder kalau ngomong pakai akal jangan pakai dengkul, bikin malu
Blunder Nusron Wahid, Kalau Ngomong Harus Pakai Otak, Jangan Pakai Dengkul

MENTENG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi pernyataan tim pemenang Ahok-Djarot yakni Nusron Wahid, kala dirinya mengatakan yang sah menafsirkan Al Quran ialah Allah SWT.

"Nusron bilang kan yang tahu tafsir Al Quran itu kan hanya Allah, kalau gitu untuk apa diturunkan untuk manusia, bukan hudalinnas (petunjuk manusia), kalau begitu itu hudalillah petunjuk bagi allah dong," kata Wakil Sekretaris Jendral MUI, Tengku Zulkarnain di kantor MUI, Jalan Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Menurut Zulkarnain, manusia memiliki hak untuk menafsirkan petunjuk yang datang langsung lewat wahyu kepada Nabi Rasulullah

"Kalau gitu untuk apa diturunin, cukup aja hudalillah petunjuk bagi Allah, hudalilrasul petunjuk bagi rasul, kenapa allah bilang hudalinnas petunjuk bagi manusia, berarti ada hak manusia menafsirkannya," jelasnya kepada Warta Kota.

Dikatakan Zulkarnain bahwa, Nusron lah yang telah menafsirkan surat Al-Maidah 51 itu, dengan menyatakan Ahok tidak melakukan penistaan Agama.

"dan dia sendiri menafsirkan surat itu, berarti dia sendiri kan Allah, dia bilang yang tahu hanya Allah berarti dia Allah, dia menafsirkan Al- Maidah 51, berarti kalo nggak dia rasul yah Allah," kata Zulkarnain

"ah blunder kalau ngomong pakai akal jangan pakai dengkul , bikin malu !," sambungnya.

Sementara itu, Nusron Wahid yang mendapatkan kesempatan berbicara di ILC, menyampaikan pembelaan kepada Ahok. Menurut Nusron, sang Kepala BNP2TKI, yang paling tahu kandungan surat Al-Maidah ayat 51 adalah Allah dan Rasulullah Muhammad SAW.

“Saya ingin menegaskan di sini, yang namanya teks apapun, itu bebas tafsir, bebas makna. Yang namanya Alquran yang paling sah untuk menafsirkan yang paling tahu tentang Alquran itu sendiri adalah Allah SWT dan Rasulullah. Bukan Majelis Ulama Indonesia, bukan Ahmad Dhani, bukan Daniel Simanjuntak, bukan juga saya, karena kebenaran itu datangnya dari Allah SWT. Itu adalah (dasar) ilmu tafsir.” kata Nusron Wahid.

Pertanyaan kontroversial Nusron berlanjut soal surat Al-Maidah Ayat 51. Meskipun pada awalnya menyebut, bahwa yang paling tahu kandungan ayat Alquran adalah Allah dan Rasulullah, Nusron menyampaikan tafsirannya sendiri soal ayat tersebut.

“Ayat Al Maidah tidak ada kaitannya dengan politik. Ayat Al Maidah multitafsir, karena multitafsir, tidak usah dipakai justifikasi untuk melawan orang untuk menistakan orang dan sebagainya. Karena itu, kalau kita ingin berpolitik sebagai negara Pancasila, ayo kita sepakat bersama-sama, hentikan penggunaan ayat-ayat untuk politik,” katanya. (Faizal Rapsanjani)

Editor: Gede Moenanto Sumber: Warta Kota

Jaya Suprana Memohon pada Umat Islam, begini



NASKAH ini saya tulis pada pagi hari Jumat tanggal 14 Oktober 2016 dengan perasaan harap-harap cemas merundung lubuk sanubari saya. Saya mendengar berita bahwa pada siang hari Jumat ini, umat Islam akan turun ke jalan untuk mengungkapkan unjuk rasa atas suatu kasus penistaan terhadap kitab suci Al Quran.

Sepenuhnya saya dapat mengerti gejolak perasaan umat Islam yang tidak rela mengikhlaskan kitab suci Al Quran dilecehkan.

Syukur Alhamdullilah, MUI dan berbagai tokoh Islam telah memutuskan untuk menyerahkan kasus penistaan terhadap Al Quran kepada penegak hukum di negara hukum Republik Indonesia.  Dan kebetulan pihak yang dianggap menista juga telah secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam.

Saya yakin bahwa umat Islam Indonesia senantiasa menjunjung tinggi  Pesan Adiluhur Nabi Muhammad SAW yang tersurat dan tersirat di dalam Hadits Jihad Al Nafs di mana Al Sukuni meriwayatkan dari Abu Abdillah Al Shadiq bahwa ketika Nabi Muhammad SAW menyambut pasukan sariyyah kembali setelah memenangkan peperangan, Beliau bersabda: 'Selamat datang wahai orang-orang yang telah melaksanakan jihad kecil tetapi masih harus melaksanakan jihad akbar!'

Ketika orang-orang bertanya tentang makna sabda itu, Rasul SAW menjawab: 'Jihad kecil adalah perjuangan menaklukkan musuh. Jihad akbar adalah jihad Al-Nafs, perjuangan menaklukkan diri sendiri!'.

Maka melalui naskah sederhana yang dimuat RMOL atas budi baik Redaksi RMOL pada Jumat pagi nan indah ini, dengan penuh kerendahan hati kami memberanikan diri untuk memohon agar teman-teman umat Islam yang pada hari Jumat siang ini merencanakan diri turun ke jalan demi unjuk rasa akibat penistaan terhadap Al Quran untuk berkenan bersama melaksanakan Jihad Akbar dengan gigih menahan diri masing-masing jangan sampai melakukan kekerasan.

Atas kemurahan hati teman-teman umat Islam mengabulkan permohonan saya ini, saya tidak bisa berbuat banyak kecuali mengucapkan terima kasih tak terhingga serta memanjatkan Doa Syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa dan memohon Perkenan Allah Yang Maha Kasih senantiasa melimpahkan Rahmat dan KurniaNya kepada umat Islam Indonesia yang senantiasa menjunjung tinggi harkat dan martabat Indonesia sebagai negara hukum yang adil dan beradab. AMIN. [Rmol]

Rahasia Penipuan Dimas Kanjeng terkuak, Ternyata Senjata untuk Nipu adalah Kursi



Rahasia Dimas Kanjeng Taat Pribadi menggandakan uang dikuak. Jurnalis Kompas TV menjelaskan secara detail, Kamis (13/10/2016).

Melalui tayangan Kompas TV Live, Yasir Neneama menjelaskan rinci bagaimana penelusurannya terhadap modus yang digunakan Dimas Kanjeng dalam mempraktikkan penggandaan uang.

Penelusurannya langsung ke lokasi, benda yang sekiranya digunakan Dimas Kanjeng hingga pernyataan polisi.

Menurut Yasir dalam tayangan tersebut Dimas Kanjeng memiliki kursi khusus dalam melakukan aksinya seperti praktik penggandaan uang seperti yang dilihat di YouTube.

Ditengarai ada empat kursi yang berbeda, polisi menurut Yasir baru mengamankan satu kursi.

Dalam praktiknya Dimas Kanjeng selalu menggunakan jubah dan duduk di sebuah kursi.

Lalu tangannya mengambil uang di balik tubuhnya.

Uang tersebut seolah tak ada habisnya.

Ternyata uang tersebut diambil dari selipan kursi khusus yang telah dibuat.

Yasir mencoba memasukkan uang dalam celah kursi, sebanyak Rp 20 juta uang bisa masuk dalam selipan celah kursi.

Menurut keterangan polisi, seperti pada video YouTube tumpukan uang yang sangat banyak merupakan uang palsu, sementara uang yang dihambur-hamburkan setelah diambil Dimas Kanjeng dari balik tubuhnya merupakan uang asli.

Dari keterangan penjahit jubah polisi juga mendapatkan kalau jubah dibuat khusus sehingga memiliki kantung yang banyak.

Ada delapan kantung yang dimodifikasi khusus untuk menyembunyikan uang.

Sementara itu ada kejadian unik saat anggota DPR RI akan datang dan ingin mengetahui secara langsung bagaimana Dimas Kanjeng menggandakan uang.

Sebelum anggota DPR RI datang badan Dimas Kanjeng digeledah polisi ternyata ditemukan uang Rp 2 juta.

Uang tersebut diduga nantinya untuk mengelabuhi anggota DPR RI.

Belum diketahui asal uang tersebut muncul dugaan seseorang ada yang memberikan uang tersebut pada Dimas Kanjeng.

Dan setelah uang tersebut diamankan polisi Dimas Kanjeng yang awalnya akan menunjukkan cara menggandakan uang di depan anggota DPR RI mendadak membatalkan.

Ditengarai aksi yang dilakukan Dimas Kanjeng merupakan aksi tipuan menggunakan berbagai properti untuk mengelabui korbannya. (*)

Meme Dukung Ahok Beredar, Ridwan Kamil dan Yenny Wahid Membantah itu bukan ucapannya


JAKARTA - Belakangan beredar foto Yenny Wahid yang didalamnya berisi tulisan,"Hanya orang yang berhati kotor yang tidak bisa menilai kebaikan Ahok." Mengenai Foto itu, Yenny Wahid membantah kalau dirinya pernah berkata seperti itu.

Beredar Meme Dukung Ahok, Yenny Wahid dan Ridwan Kamil Klarifikasi

Melalui twitter-nya, anak mantan presiden Abdurahman Wahid itu membantah kalau dirinya berkata seperti yang ada di dalam foto itu. "Pemberitahuan: Sy tdk pernah mengatakan spt yg disebut digambar," cuit Yenny Zannuba Wahid melalui akun twitter-nya, Kamis (13/10/2016).

Selain Yenny Wahid, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga merasa keberatan fotonya dicatut orang tidak bertanggungjawab. Dalam foto meme itu, terlihat foto Ridwan Kamil menggunakan jas.

Beredar Meme Dukung Ahok, Yenny Wahid dan Ridwan Kamil Klarifikasi

Dalam foto tersebut terdapat tulisan,"Yang menolak Ahok karena dia Tionghoa adalah orang bodoh". Dalam cuitannya, wali kota yang sebelumnya digadang-gadang maju di Pilgub DKI meminta agar yang membuat foto meme itu menghentikan menyebarkan foto tersebut.

"Saya tidak pernah menggelar statemen/meme ini. mohon siapapun yg membuat/menyebarkan agar menghentikannya. nuhun," cuit kang Emil di akun twitter miliknya, Kamis (13/10/2016).

Cak Nun: Yang bilang gubernur itu pemimpin siapa? Gubernur itu petugas



SuaraNetizen.com - Meski Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah meminta maaf secara terbuka, kontroversi soal surat Al-Maidah 51 belum tamat. Pasalnya, penanganan pelaporan dari sejumlah ormas tentang dugaan penghinaan Agama di Bareskrim tetap berlanjut, kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri (10/10).

Seperti diketahui, surat Al-Maidah ayat 51 yang disebut Ahok diyakini sebagian orang sebagai ayat penolakan terhadap pemimpin kafir.  Namun menurut Prof. Quraish Shihab, tafsir ayat itu tidak sesederhana itu. Tafsir kata ‘awliya’ dalam ayat itu saja tidak sebatas pemimpin.

Berbicara soal pemimpin kafir, di kesempatan berbeda, budayawan senior Emha Aiun Najib tidak setuju jika kafir dan Muslimnya seseorang dinilai seperti benda mati.

“Status Muslim dan kafir itu dinamis (pada setiap orang), tidak bisa dinilai dengan ukuran statis,” kata pria yang akrab disapa Cak Nun ini sembari menegaskan bahwa pendapatnya tidak ada kaitannya dengan Gubernur Ahok.

Pandangan alternatif pria kelahiran Jombang ini mengingatkan juga pada hadist Nabi Saw yang bersabda: “Tidak termasuk orang yang beriman, siapa saja yang kenyang sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar.” (HR. Bukhari)

Selain itu, lanjut Cak Nun, Muslim atau kafir tidak berdiri sendiri. Kafir kepada siapa? Jika ia kafir dalam arti membangkang atau ingkar pada perintah Iblis, berarti sejatinya ia beriman pada Allah. Sebaliknya, jika ia berserah diri pada rayuan Iblis maka ia sejatinya orang yang ‘Muslim’ pada Iblis.

“Hukum tidak mengadili manusia, tapi yang diadili adalah perbuatannya,” kata penulis buku ‘Slilit Sang Kiayi’ ini menjelaskan filosofi hukum.

Karena itu, menghakimi seseorang  bahwa ia Muslim dan kafir bukan dilihat dari identitasnya, tapi perbuatannya. Jadi orang yang sekarang disebut Muslim bisa kafir kapan saja.

“Toh Anda tidak bersyukur aja tergolong kufur ko,” katanya sambil menjelaskan ragam tingkatan kufur.

Jika kita ditinjau dari hadist-hadist Nabi, kekafiran itu identik dengan moral seseorang. Bukhari misalnya meriwayatkan, “Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia sedang berzina. Tidaklah beriman seorang peminum khamar ketika ia sedang meminum khamar. Tidaklah beriman seorang pencuri ketika ia sedang mencuri.”

Cak Nun juga menyampaikan kritik soal dikotomi pemimpin kafir tapi adil dan pemimpin Muslim tapi dzalim. Pertama, keduanya bukanlah kriteria pemimpin.  Muslim tapi dzalim tidak memenuhi kriteria kepemimpinan, sedemikian sehingga tidak bisa disebut pemimpin.

“Ini bertentangan satu sama lain. Ini kesalahan substantif dalam berfikir”

Cak Nun lalu mempertanyakan bagaimana mungkin ada Muslim tapi disebut dzalim. Baginya, jika dikaji makna substantifnya, kalau dzalim pasti bukan Muslim. “Gula ko pahit?,” katanya memberikan analogi.

Tidak berbeda dengan pernyataan tentang kafir itu adil. Kekufuran itu, kata Cak Nun, bahkan merupakan puncak ketidakadilan. Kepada Tuhan saja ia tidak bersikap adil, bagaimana ia bisa disebut adil secara horizontal. Karena itu, dikotomi kesalehan individual dan kesalehan sosial juga terlalu dangkal. Bagi Cak Nun, jika perilakunya merusak di ranah sosial, sejatinya tidak layak disebut saleh meski secara lahir terlihat saleh. Karena orang saleh (secara individu) akan saleh secara sosial.

Penjelasan ini sejatinya mencerminkan hubungan identik antara keimanan dan empati sosial. Misalnya, dalam sebuah hadist, Nabi Saw bersabda: “Tak beriman seseorang dari kalian hingga dia menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia menginginkan kebaikan bagi dirinya sendiri.”

Selanjutnya, kata Cak Nun, “Yang bilang gubernur itu pemimpin itu siapa?”  Gubernur, bagi pria asal Jombang ini,  bukanlah pemimpin tapi petugas. Gubernur sebagaimana pejabat lainnya ialah orang yang dibayar oleh rakyat untuk bekerja mengurus transportasi publik, kemacetan, banjir dan hal-hal semacamnya.

“Itu pembantu rumah tangga dalam skala provinsi. Ko’ disebut pemimpin,” katanya mengajak kembali menggali konsep hakiki ‘pemimpin’ dalam Islam.

 Sumber : islamindonesia.id

Usai shalat jumat, massa FPI akan gelar demo besar besaran tuntut Ahok


SuaraNetizen.com - Pagi ini, Jumat (14/10/2016), sekira 5.000 massa dari Front Pembela Islam akan mendatangi Balai Kota dan Kantor DPRD DKI Jakarta. Aksi ini terkait dugaan penistaan agama yang mereka nilai dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin mengatakan, puluhan ribu massa dari FPI diterjunkan dalam aksi ‎’Bela Islam’.
“Kita nanti berkumpul sekaligus salat Jumat di Masjid Istiqlal,” kata Novel saat dikonfirmasi okezone, Kamis (13/10/2016).

Aksi tersebut akan dilakukan usai salat Jumat. Selanjutnya, massa akan melakukan longmarch ke Bareskrim Polri yang terletak di kawasan Gambir lalu ke Balai Kota hingga akhirnya berorasi di gedung wakil rakyat Ibu Kota.

Aksi tersebut digelar untuk mendesak aparat kepolisian segera melakukan pemeriksaan terhadap Ahok yang dianggap telah melakukan penistaan terhadap  Al Quran Surat Al Maidah ayat 51.

Dikatakan Novel, pihaknya tetap mengimbau massa untuk tenang dan tidak melakukan aksi kekerasan. “Imbauan untuk para jamaah agar tertib dan jangan sampai terprovokasi,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi aksi ini, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa lalu lintas saat FPI dan sejumlah ormas lainnya melakukan aksinya.

Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, mengatakan, sebanyak 548 personil diterjunkan guna melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalanan Ibu Kota.
“Sebanyak 548 personil kita terjunkan di jalan-jalan menuju Balai Kota dan DPRD DKI,” kata Budi kepada okezone, Jumat (14/10/2016).(okz)

Bawaslu DKI Memutuskan Ahok Tidak Lakukan Pelanggaran Pidana ataupun Administrasi



BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta memutuskan ucapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang menyinggung Surah Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, bukan merupakan pelanggaran pilkada.

Menurut anggota Bawaslu DKI Jakarta Bidang Hukum dan Penindakan Pelanggaran Muhammad Jufri, keputusan itu diambil dalam rapat pleno setelah mereka menerima laporan masyarakat.

“Kami memutuskan bahwa laporan tersebut tidak bisa ditindak­lanjuti karena tidak mengandung tindak pidana pemilihan atau pelanggaran administrasi pemilihan,” ujar Jufri seusai acara diskusi di Jakarta, kemarin.

Dalam pertimbangannya, ucap Jufri, Bawaslu berpatokan pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Pasal 69 UU No 10/2016 itu menyebutkan larangan kampanye, yakni termasuk menghasut, memfitnah, mengadu domba, dan memprovokasi.

Dalam konteks kasus Ahok, jika merujuk UU yang sama Pasal 71 ayat 3, dikatakan bahwa semua kepala daerah, mulai tingkat bupati/wali kota hingga gubernur, dilarang menggunakan program atau kegiatan pemerintah untuk berkampanye sehingga ada pasangan calon (paslon) yang diuntungkan dan dirugikan.

“Kegiatan itu apakah ada yang dirugikan? Apakah ada yang diuntungkan. Lalu juga kita lihat, apakah sudah ada paslon sekarang, kan tidak ada. Maka, gugur lagi,” kata dia.
Terkait pernyataan Ahok yang dinilai banyak kalangan sebagai penistaan agama, Jufri mengatakan kasus Ahok itu terjadi sebelum memasuki masa kampanye dan masih dalam tahap pendaftaran sebagai paslon. Karena itu, Bawaslu pun tidak bisa menindaklanjuti kasus tersebut sebagai pelanggaran pemilu lantaran belum memasuki masa kampanye.

Ucapan Ahok yang dianggap banyak pihak menyinggung kitab suci terjadi saat ia melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Namun, terkait hal itu, Ahok sudah meminta maaf.

Sementara itu, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin meminta para pasangan calon dan tim pemenangan untuk tidak menggunakan ajaran agama Islam dalam setiap kegiatan apa pun dengan tujuan untuk menjatuhkan calon lain.

“Jangan menggunakan ayat-ayat Alquran dan hadis Nabi untuk menyerang calon lain dan mencari kedudukan atau jabatan, kedudukan dan jabatan bukan segalanya, yang segalanya ialah keutuhan dan perdamaian kita bersaudara,” ujar Ahmad. (MediaIndonesia)

Dilaporkan Ke Polisi, PDIP Pasrah Jika Ahok Dinyatakan Jadi Tersangka



Jakarta – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) melaporkan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait dugaan penistaan agama ke Bareskrim dan Polda Metro Jaya. Bahkan, FPI Jawa Timur, Front Pancasila, dan Muhammadiyah yang tergabung dalam Forum Peduli Bangsa pun melaporkan Ahok ke Mapolda Jatim.

Menanggapi hal itu, Politikus PDIP Darmadi Durianto mengimbau kepada semua pihak agar mempercayakan proses hukum tersebut kepada kepolisian.

“Kita serahkan ke kepolisian. Yang penting apapun hasil keputusan kepolisian semua harus menerima,” ujar Darmadi di Jakarta, Kamis (13/10).
Lebih lanjut, Darmadi pun berharap agar semua pihak legowo, apapun yang telah menjadi keputusan pihak kepolisian dalam kasus tersebut.

“Jangan sampai keputusan kepolisian berbeda dengan harapannya. Kemudian tidak terima,” ungkapnya.

Sebaliknya, kata dia, saat ada warga negara yang merasa dirugikan dalam persoalan hukum lalu melaporkannya pada aparat, maka hal itu harus dihormati pula oleh semua pihak.

“Setiap warga negara berhak melapor. Yang penting apapun keputusannya harus bisa menerima,” katanya.

Termasuk, sambungnya, jika nantinya Ahok dinyatakan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.

“Kita kan negara hukum. Apapun keputusan pihak yang berwenang tentu semua pihak harus menerima. Yang penting kita harus nurut sesuai hukum yang berlaku. Semua kembalikan ke hukum,” tandasnya. (Aktual.com)

Tim Sukses Ahok Gerah dengan Kasus dugaan penistaan agama, minta masalah sara distop



JAKARTA - Kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki T Punama (Ahok) membuat tim pemenangan harus bekerja keras meningkatkan elektabilitas cagub petahana. Tim pemenangan Ahok-Djarot sendiri meminta agar masalah penistaan agama ini disetop.

Tim Pemenangan Ahok-Djarot ‎meminta politik suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dihentikan. Pasalnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah meminta maaf atas perkataannya soal surat Al Maidah ayat 51 beberapa waktu lalu.

"‎Yang dijual di (Pilgub) DKI ini bukan lagi dari mana asal lu, suku lu apa, agama lu apa. Itu tidak perlu lagi digulirkan lah," ungkap Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Miryam S Haryani di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Politikus Partai Hanura menilai jika saat ini warga DKI Jakarta adalah heterogen, mulai dari suku dan agama yang bermacam-macam di Jakarta. Sehingga isu SARA tidak relevan lagi di Pilgub DKI 2017.

Sebagai contoh, Miryam mengatakan tiga bakal calon gubernur, termasuk Ahok tidak ada yang lahir di Jakarta atau merupakan warga Betawi asli.

"Tiga bakal calon Gubernur DKI ini tidak ada yang lahir di Jakarta, Ahok jelas lahir di Belitung, saya tidak tahu Mas Anies dan Agus. Jadi masyarakat Indonesia siapapun boleh mencalonkan di Jakarta. Kecuali di Papua karena ada UU otonomi khusus," kata Miryam.

Ahmad Dhani bangga jadi orang pertama yang tak menyukai Ahok, intuisi saya tajam



SuaraNetizen.com - Musisi Ahmad Dhani yang hadir dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/10/2016) tadi malam, mengaku bangga menjadi orang pertama di Jakarta yang tidak menyukai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Intuisi saya itu cukup tajam, kejelian pertama adalah mengenai Mr.X (Ahok) ini, pertama ketika saya mengetahui Ahok ini kurang benar, mungkin sebelum orang di Indonesia banyak yang tidak suka sama Ahok, saya mungkin orang pertama di Jakarta yang tidak suka sama Ahok, saya berbangga, saya berbangga," ujar Dhani.

Suami Mulan Jameela ini mengungkapkan, bahwa awal mula ia membenci Ahok adalah saat menjelang pemilu tahun 2014 lalu ketika Ahok menolak menjadi salah satu juru kampanye calon Presiden kala itu yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Karena apa, itu terjadi di bulan Mei 2014, belum ada orang-orang yang menjelekan Ahok pada waktu itu. Saat itu saya sedang makan malam bersama Pak Hashim Djojohadikusumo (adik kandung Prabowo) saya mengusulkan kepada Pak Hasyim bagaimana kalau Pak Ahok ini dijadikan  Jurkamnnya Pak Prabowo," ujar Dhani.

"Karena yang saya tau Pak Hashim dan Pak Prabowo adalah orang yang sangat berjasa supaya Ahok menjadi wakil gubernur, dan mengangkat, bahkan membiayai sehingga menjadi wakil gubernur. Saya waktu itu benar-benar bilang sama Pak Hashim, Pak Hashim coba tolong ditelepon, saya ada juga kok, Pak Hashim ngomong sama Pak Ahok kok agak susah gitu, saya bingung gitu. Dan ternyata Ahok gak mau jadi jurkamnya Pak Prabowo," paparnya.

Alasan itulah yang membuat calon wakil Bupati Bekasi ini berkesimpulan jika Ahok adakah sosok yang tidak paham budaya dan tidak tau membalas budi.

"Dari situ saja, saya ini orang yang cukup berpikir fundamental ya, menurut saya ini sangat fundamental sekali ni orang, dia bahkan tidak mengerti apa yang namanya budaya, kita gak usah ngomong agama, kita ngomong budaya saja, orang ini gak ngerti budi pekerti. Tidak mengerti balas budi," tandasnya. (Netralnews)



Banyak Dikritik, Yusuf Mansur hapus Videonya yang Tangisi Nusron Pelototi MUI di ILC




Permasalahan video Ahok yang dianggap melecehkan surat Al Maidah ayat 51, kemarin dibahas di dalam sebuah acara di televisi.

Dalam kesempatan itu, terlihat Nusron Wahid menyudutkan MUI yang mengatakan bahwa MUI sekalipun bukanlah orang yang paling benar dalam menerjemahkan makna dari surat yang dimaksud.

"Umat Islam itu memang biasa ramai, ramainya umat Islam itu selalu disebabkan oleh dua hal, kalau gak salah paham, pahamnya salah. Saya ingin menegaskan di sini, yang namanya teks apa pun itu bebas tafsir bebas makna. Yang namanya AL-Quran, yang paling tahu Al-Quran itu sendiri adalah Allah SWT dan Rasul-Nya. Bukan MUI, bukan Ahmad Dhani bukan Daniel Simanjuntak. Juga bukan saya. Kebenaran datangnya dari Allah SWT. Itu ilmu tafsir," ujarnya.

Ia melanjutkan, yang paling tahu tentang teks adalah orang yang membuat teks itu sendiri.

Dalam ilmu sastra, Mas Fadli adalah senior saya di UI.

Ada namanya proses kreatif, yang paling tahu tentang makna puisinya Taufik Ismail ya Taufik Ismail. Bukan kita menerjemahkan seakan-akan.

"Majelis Ulama Indonesia membuat keterangan itu yang katanya dijadikan lisensi, apakah sudah melakukan tabayyun. Datang kepada Ahok atau memanggil Ahok menanyakan apakah maksudnya seperti itu? Tabayyun itu harus memanggil orangnya, bukan berpendapat sendiri. Itu Tabayyyun," ujarnya sambil melotot ke arah Wakasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen.

Menyaksikan apa yang dilakukan Nusron Wahid, Ustaz Yusuf Mansur bereaksi dengan menyindir melalui sebuah video, hingga ia mencurahkan air mata.

Video itu menjadi viral dan dibagikan hingga 14 ribu kali.

Dalam video yang diunggah akun Ruslan Abdul Gani itu, Yusuf Mansur berpesan jangan bersikap buruk ke ulama:

"Bismilahirrahmanirrahim, kepada adik-adik yang ada di Indonesia. Para remaja. Jangan ya, jangan ditiru, melotot ke ulama. Jangan ditiru. Sesalah-salahnya ulama itu sebenar-benarnya kita. Jangan ditiru, suka maki-maki orang jangan ditiru. Yang suka bilang orang bodoh, goblok, jangan ditiru. Jangan ditiru ya nak, jangan. Ustaz juga banyak kesalahan (menunjuk dirinya). Niru ustaz juga yang baik-baik aja. Yang buruknya jangan ditiru, jangan. Gak ada orang yang gak punya keburukan."

Meski sempat diunggah ke akun Instagram miliknya @yusufmansurnew, Ustaz Yusuf Mansur langsung menghapus video tersebut.

Ahok minta maaf

Sebelumnya, Ahok mengucapkan permintaan maaf kepada umat Islam terkait ucapannya yang dinilai sejumlah pihak melecehkan kitab suci.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang yang anti atau memusuhi agama tertentu, termasuk Islam.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).

Oleh karena itu, Ahok meminta agar polemik mengenai ucapannya itu tak lagi diperpanjang. Ia pun berjanji tidak akan lagi menyinggung ayat kitab suci.

Ucapan Ahok yang dianggap banyak pihak menyinggung isi Al Quran disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Saat itu, ia menyatakan tidak memaksa warga Kepulauan Seribu untuk memilih dirinya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pernyataannya itu disertai ucapannya yang mengutip bunyi surat Al Maidah ayat 51.

Menurut Ahok, ucapannya itu murni tafsiran pribadinya. Namun, ia menyatakan tidak ada maksud untuk menyinggung.

Pasca Mengkritik Nusron, Yusuf mansur disindir Akun Kongkow Bareng Gus Dus, Begini



SuaraNetizen.com - Pasca mengkritik Nusron Wahid lewat postingan 'doa untuk Nusron Wahid' di akun Instagram-nya (yusufmansurnew), Ustad Yusuf Mansur mendapat sindiran pedas dari akun Kongkow Bareng GUS DUR.

Akun tersebut menyebut bahwa Yusuf Mansur adalah ustad 'selera pasar' yang biasa mencari 'likers' dan 'followers'. Pernyataan akun Kongkow Bareng GUS DUR itupun diunggah Yusuf Mansur di akun Instagram-nya.

“Diakun instagramnya Ust. Yusuf Mansyur ini lucu, menasehati Nusron Wahid jangan bicara kasar, memaki atau bahasa yang kurang baik, intinya dia menyindir sikap Nusron Wahid di ILC malam, tapi entah kenapa kalo imam besarnya laskar pentung mencaci maki, halal darahnya, kafir, bunuh, usir tidak pernah disindir si ustad ini, apalagi waktu hebob #gusdur dibilang buta mata dan buta hati, ustad ini responnya ga seperti terhadap Nusron Wahid, kita tahulah ustad2 seperti ini berpihak kesiapa. Ustad2 kaya gini orang yang mengikuti selera pasar, yang biasa nyari likers dan followers yang biasa ketik: share…amin” demikian pernyataan akun Kongkow Bareng GUS DUR.

Usai mendapat sindiran itu, postingan tulisan dan video Yusuf yang mengkritik Nusron sudah tidak ada lagi. Di postingan selanjutnya, Yusuf mengunggah tulisan kritikan terhadap dirinya gara-gara mengkritik Nusron. Karena itulah dia kemudian menghapus postingan-nya di Instagram. Berikut penjelasan Yusuf:

"Insya Allah saya enggak ada masalah dengan KH Abdurrahman Wahid. Saya pengagum beliau. Guru saya bahkan. Saya lebih dari sekali ziarah ke makamnya. Di satu sisi, saya jarang terlibat dan melibatkan diri dengan yang namanya turun ke jalan. Insya Allah. Saya menghargai kawan-kawan. Ya sudah. Sebentar lagi saya hapus semua postingan itu, bila itu melukai. Mohon doanya."

Namun saat ini, postingan tersebut juga sudah tidak ada di akun yusufmansurnew.

Politisi PDIP: MUI itu kurang baca, keputusannya soal ahok mirip tim sukses



SuaraNetizen.com - Sekretaris Badiklat Pusat DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Eva Kusuma Sundari menilai, putusan Majelis Ulama Indonesia tentang dugaan penghinaan Alquran dan Ulama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, lebih dilandasi oleh semangat yang mirip tim sukses.

"Seharusnya, keputusan MUI bertindak sebagai pembina umat, bukan sebaliknya," katanya di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Menurut Eva, keputusan itu pun tidak perlu ada karena Ahok sudah meminta maaf kepada masyarakat dan sejumlah organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama.

"MUI tuh kurang baca. Kayaknya semangatnya lebih tim sukses daripada membina umat agar tidak beringas dan menjaga kualitas demokrasi," tegas Eva, yang juga Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Eva justru menduga, pernyataan resmi MUI tidak objektif perihal keputusannya soal Ahok. Sebab, MUI  pernah mengeluarkan pernyataan mendukung pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, ujarnya kritis.

"Apalagi yang bersangkutan (MUI) mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Semoga MUI makin sejuk dan pro konstitusi serta NKRI," tegasnya dihubungi di Jakarta, Rabu (12/10/2016). (Netralnews)

Museum Madame Tussauds Akan Buat Patung Lilin Jokowi


SuaraNetizen.com - Tim dari Museum Madame Tussauds Hongkong akan mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/10/2016) siang.

Tim akan mengukur tubuh Presiden Joko Widodo untuk dibuatkan patung lilin serupa aslinya.

"Betul, pukul 13.00 WIB nanti, tim dari Madame Tussauds Hongkong akan mengukur seluruh tubuh Pak Jokowi dalam rangka pembuatan patung lilin," ujar Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu pagi.

Tim museum akan mengambil data lengkap, mulai dari warna kulit, warna rambut, bentuk wajah, ukuran gigi, bentuk tubuh, hingga ukuran kuku Presiden Jokowi.

Agar patung sama persis dengan aslinya, tim juga akan mengambil foto Jokowi sebanyak 32 pose.

"Itu maksudnya, kalau Pak Jokowi itu sedang posisi tertentu, lalu sudut tubuhnya berapa. Itu dihitung semua agar persis sama dengan yang asli," ujar Djumala.

Setelah proses pengukuran yang diperkirakan memakan waktu selama satu jam, rencananya, tim museum akan mengadakan konferensi pers ditemani pihak Istana.

Museum Madame Tussauds Hongkong sebelumnya mengajukan permohonan agar patung lilin Jokowi ditampilkan menjadi salah satu koleksinya.

Penawaran itu didasarkan oleh polling yang dilakukan pihak museum. Jokowi merupakan sosok yang dipilih terbanyak oleh pengunjung untuk dibuatkan patung lilinnya.

Di bawah Jokowi, ada pula sosok lain yang dipilih pengunjung untuk dibuatkan patung lilinnya, misalnya Hillary Clinton dan Donald Trump.

Pihak Istana menyetujui penawaran Museum Madame itu. Salah satu pertimbangannya, patung lilin Jokowi dapat menjadi ajang promosi Indonesia di mancanegara.

Terlebih lagi, patung Jokowi nantinya akan dipajang dan disandingkan dengan patung lilin tokoh-tokoh di dunia.(kompas)

Kakek 71 Tahun ini Nikahi Nenek 114 Tahun, Kisah Cinta Mereka Bikin Haru Netizen


SuaraNetizen.com - Cinta merupakan salah satu kata yang terdiri dari lima huruf namun punya makna yang tak bisa dijelaskan dengan kata – kata. Semua orang dilahirkan di dunia ini dengan penuh cinta. Mulai dari bayi , anak remaja bahkan maereka yang sudah lansia pun kadang masih bisa merasakan indahnya jatuh cinta.

Membahas soal cinta tak akan ada habisnya. Akan tetapi , cinta yang ada pada setiap pasangan itu berasal dari cinta yang tulus hingga membuat hubungan mereka erat dan terus dipersatukan.

Dan kali ini , ada sebuah cerita cinta yang sungguh menarik bahkan bisa bikin heboh natizen di media sosial.

Cerita cinta ini berasal dari seorang pria berusia 71 tahun yang menikahi Zhang Shuying, wanita yang telah berusia 114 tahun.

Pasang lanjut usia ini mengaku saling jatuh cinta , bahkan keduanya mengaku telah berpacaran selama satu tahun hingga pada akhirnya , Zheng yakin untuk menikahi Shuying.

Kisah cinta mereka berawal ketika mereka dipertemukan satu tahun yang lalu di rumah khusus orang lanjut usia di Tiongkok. Zheng mengaku mengalami cinta pada pandangan pertama ketika dirinya mengalami kecelakaan 50 tahun lalu dan Zhang adalah wanita pertama yang merawatnya dengan kelembutan.

Namun Zhang saat itu berkata jika ia tak bisa menjalani hubungan dengan pria yang lebih muda 43 tahun dari dirinya. Karena merasa umurnya yang sudah melebihi satu abad itu bukanlah sesuatu yang adil untuk Zheng.

Namun cinta Zheng terhadap Zhang begitu kuat. Dia tidak pernah memandang usia Zhang yang sudah lewat satu abad. Zheng tetap ingin menjalin cinta hingga pada akhirnya mereka mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan.


Keduanya dikabarkan resmi menikah dan mendapatkan surat-surat resmi seperti yang lazimnya didapatkan pasangan lain.

Setelah pernikahan, Zheng mengungkap alasan tragisnya mengapa ia tetap sendiri hingga usia 71 tahun.

“Aku adalah lelaki yang miskin. Saat usia 20 tahun aku kehilangan satu kakiku karena kecelakaan kereta,” ungkapnya.

“Aku tak pernah bermimpi mendapatkan cinta sejati seperti pada diri Zhang,” tambahnya.

Dengan Zhang kini menjadi istrinya, Zheng merasa kehidupannya telah lengkap. Ia merasa menemukan kembali separuh jiwanya yang telah hidup sendirian selama puluhan tahun.

Pernikahan mereka pun sangat romantis walaupun sama – sama sudah berusia tua. Hingga pada akhirnya , kisah cinta mereka beredar di media sosial dan membuat heboh banyak netizen. (Palingseru)

Yusuf Mansur: Saya Doakan Pak Nusron Supaya Tidak Amarah, Tidak Arogan.

Yusuf Mansur: Saya Doakan Pak Nusron Supaya Tidak Amarah, Tidak Arogan.

  

Ustadz Yusuf Mansur. Istimewa

JAKARTA - Ustadz Yusuf Mansur meminta seluruh masyarakat Indonesia tidak bersikap 'kurang ajar' terhadap ulama. Pernyataan Ustadz Yusuf itu terkait sikap dan cara bicara Nusron Wahid yang dipandanganya penuh amarah, arogan, bahkan melotot kepada para ulama, saat debat di sebuah stasiun televisi, Selasa (11/10) malam.

Di mana dalam tayangan televisi tersebut, mantan ketua Timses Ahok, Nusron Wahid, bicara lantang membela Ahok. Saat itu, Nusron menyentil, MUI, Ahmad Dhani dan semua orang yang menghakimi Ahok.

"Yang paling sah untuk menafsirkan dan paling tahu tentang Alquran itu sendiri, adalah Allah dan Rasullulah, bukan MUI, bukan Ahmad Dhani," tutur Nusron kala itu.

Menyikapi pernyataan Kepala BNP2TKI itu, Ustadz Yusuf angkat suara lewat akun Instagram miliknya @yusufmansurnew, Rabu (12/10).

"Bismillah... Saya dan kita semua, berdoa, dan doakan Pak Nusron. Supaya tidak amarah. Apalagi sampe penuh amarah. Tidak arogan. Menghargai ulama, menghargai para guru, yang dari para gurunyalah Nusron bisa baca Ayat Suci. Kalau bukan dari para guru dan para ulama, yang terus bersambung kepada Rasul, darimana beliau (Nusron) dan kita semua bisa tau baca dan paham makna ayat demi ayat?,” ungkap Ustadz Yusuf Mansur.

Lebih lanjut, Ustadz Yusuf Masur menyerukan, sebaiknya semua umat muslim tidak saling menyerang, berperang, bahkan jangan sampai salah memilih musuh. Sebaiknya, lanjut dia, kita saling meluruskan, dan saling menasihati.

"Nusron sahabat kita. Sama-sama ummat Nabi. Adalah salah kalau kita yang malah saling berperang. Salah kalau kita yang malah saling menyerang. Semoga tidak perlu lagi di antara kita saling menyerang sendiri," papar Ustadz Yusuf.

Pasukan Berani Mati tegaskan Jika Ahok Tak Dihukum, Darah akan Kami Tumpahkan

Pasukan Berani Mati tegaskan Jika Ahok Tak Dihukum, Darah akan Kami Tumpahkan

  

SuaraNetizen.com - Pasukan Berani Mati Front Pemuda Islam Indonesia Adili Ahok Penista Al-Quran yang terdiri dari sejumlah ormas Islam menggelar deklarasi di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta Pusat, Senin (10/10) petang.

Dalam deklarasi tersebut Mereka menuntut MUI melakukan teguran keras kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dinilai telah menghina kitab suci Al-quran.

“Sebagai negara hukum artinya hukum merupakan panglima. Tapi MUI harus mengeluarkan fatwa supaya hal ini tiak terulang,” kata Koordinator Pusat Pasukan Berani Mati, Gusrin Lessy, di kantor MUI.

Gusrin menegaskan, pihaknya menghargai keberagaman yang ada di Indonesia. Meski begitu pihaknya akan mengawal kasus ini dan mempercayakan proses hukum yang ditangani pihak kepolisian.

Dirinya menegaskan, apabila negara ini tidak hadir dalam hal penistaan Alquran, maka pasukan berani mati siap menumpahkan darah demi kebenaran atas apa yang diucapkan oleh Cagub Incumbent yang diusung PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem tersebut.

“Karena itu ketika hukum di Indonesia tak bisa ditegakkan, maka darah kami akan kami tumpahkan,” tegasnya. (Aktual)

Golkar siapkan 32 Pengacara untuk Bekingi Ahok

Golkar siapkan 32 Pengacara untuk Bekingi Ahok

 

JAKARTA  – Dukungan Golkar terhadap Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama tak pernah berhenti. Pasalnya, tuntutan masa cuti kampanye seperti yang tengah di sidangkan di Mahkamah Konstitusi, akan dibantu oleh 32 pengacara dari DPP Partai Golkar, untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Sekertaris Jendral (sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, pihaknya sudah melantik 32 advokat Partai Golkar, Selasa (11/10). Nantinya, keseluruh pengacara yang 30 persennya terdiri dari kader perempuan akan diterjunkan. “Ini dibentuk untuk mengantisipasi banyaknya pilkada yang kerap kali tersandung masalah hukum.
Sehingga kami sediakan advokasi hukum,” katanya, di Jakarta, Selasa (11/10).

Dikatakan Idrus, ke-32 pengacara itu mengawal kader Golkar untuk memberikan pencerahan tentang hukum. Tak ketinggalan, masalah hukum yang juga tengah menjerat Ahok, akan menjadi perhatiannya. “Semuanya yang menyangkut masalah hukum akan dikawal. Contohnya, ya masalah tentang digugat, jadi mereka semua mengawal,” ujar Idrus.

Nantinya, tambah Idrus, pengacara itu akan melaksanakan tugasnya dengan mendampingi dan memberikan bantuan hukum kepada calon kepala daerah yang diusungnya. Bahkan, bukan hanya kader, pihaknya juga akan membantu warga Indonesia yang memerlukan dan tersandung masalah hukum. “Mudah-mudahan dengan langkah yang kami lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Selain menyiapkan pengacara, lanjut Idrus, pihaknya juga membenahi masalah interen hukum yang ada di lingkungan Golkar. Dengan mengambil sumpah kepada tujuh hakim Mahkamah partai Golkar, dinilai bisa mengatasi masalah yang ada di partainya. “Tugas mereka itu nantinya untuk mengambil tindakan bila ada kader yang terjerat masalah hukum,” tutur Idrus.

Sekjen menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menyusun revisi peraturan partai Golkar tentang disiplin administrasi, sanksi dan pembelahan diri partai. Hal Ini merupakan penyempurnaan dari yang ada karena akan memasukan hal-hal baru. “Seperti pemberhentian seketika bila ada kader yang terjerat kasus korupsi, penyalahgunaan narkotika, dan kejahatan luar biasa,” paparnya. (Ifand/poskota)

Fadli Zon: Apasih prestasinya ahok? biasa aja...


JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengakui bahwa di Pilkada DKI Jakarta 2017, baru pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang mempunyai pengalaman sebagai kepala daerah.

Namun, Fadli menegaskan bahwa pengalaman itu bukan jaminan keduanya akan terpilih kembali.

Hal ini disampaikan Fadli menanggapi pernyataan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang membanggakan pengalaman Ahok-Djarot.

"Dia (Ahok) terbukti, tapi terbukti maksimal atau tidak? Menurut saya biasa saja prestasinya. Apa sih prestasinya Ahok itu?" kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Fadli mengatakan bahwa pembangunan rumah susun sewa yang selama ini dibanggakan pihak Ahok-Djarot bukan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melainkan Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut Fadli, begitu juga perbaikan dan pembersihan sejumlah sungai di DKI, yang dikerjakan oleh Kementerian PU-Pera.

"Itu PU kok, saya cek langsung. Dananya juga dana APBN. Jadi yang dikerjakan dia itu apa? Yang saya tahu, kerjaan dia (Ahok) itu menggusur rakyat miskin," ucap Fadli.

Fadli meyakini bahwa pasangan calon yang diusung partainya, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno bisa jauh lebih berprestasi dari Ahok-Djarot.

"Yang akan memilih rakyat Jakarta. Saya yakin rakyat Jakarta akan memilih Anies-Sandi. Ini bukan masalah pengalaman," kata dia.

Megawati sebelumnya menilai, dari tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, hanya pasangan petahana Ahok-Djarot yang sudah terbukti bisa bekerja dengan baik.

Sementara, dua pasangan lain, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno baru bisa memberikan janji semata.

"Dua pasang yang lain bisa saja bilang akan berjalan begini, begitu. Tapi kan belum ada bukti," kata Megawati di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Megawati menilai, kinerja yang sudah terbukti ini yang harus ditonjolkan oleh pasangan Ahok-Djarot.

"Bukan saya membela Ahok-Djarot. Tapi program Ahok-Djarot perlu ditampilkan karena masyarakat perlu bukti," ucap Megawati. (Tribunnews)

Fahri Hamzah Kritik Jokowi dan Menganalogikannya Seperti Pengkultusan Dimas Kanjeng

Fahri Hamzah Kritik Jokowi dan Menganalogikannya Seperti Pengkultusan Dimas Kanjeng

  

SuaraNetizen.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Fahri memberikan komentar terkait "orang sakti" yang katanya bisa menggandakan uang sampai miliaran rupiah tersebut. Menurutnya, kemunculan Dimas Kanjeng membuktikan bahwa segala hal yang tertutup itu sangat berbahaya. Apalagi di alam demokrasi, sebuah sistem yang harus memberikan ruang kepada publik untuk bertanya, mendebat, dan berdialektika.

Melalui akun sosial Path, fahrihamzah memberikan analisisnya soal bahaya jika negara memberikan ruang tertutup dalam kehidupan sosial dan politik. Berikut catatan Fahri Hamzah

"Setelah ada orang macam Dimas Kanjeng itu baru tahu kita bahwa kritis itu penting. Orang seperti Dimas Kanjeng itu banyak, produk dari masyarakat yang tidak rasional. Bayangkan, sekelas Dimas Kanjeng yang tidak rasional saja banyak yang dukung, bagaimana kalau Presiden yang tidak rasional? Perang melawan takhayul ini memang harus serius. Apalagi takhayul dalam public policy. Sangat bahaya. Tidak jarang kita mendengar sebuah keputusan publik diambil dengan pertimbangan yang aneh. Ada politisi yang lebih senang berteman dan mendengar dukun daripada analisis ilmiah dan pandangan para profesor.

"Dan yang unik karena justru banyak dukun yang mengaku menjadikan agama sebagai sebab pengetahuan dan kesaktiannya. Padahal semua hanya kedok untuk menutupi kenyataan bahwa yang bersangkutan memelihara jin. Bangsa jin memang ada dan dalam agama kita wajib percaya akan adanya alam gaib. Tapi ada orang yang tidak hanya percaya tapi malah bergaul dan mengambil keuntungan dari alam gaib. Jin memang bisa melakukan banyak pekerjaan yang memukau kita yang terbiasa kasat mata sementara mereka tak tampak. Jalan pintas ini dilakukan oleh banyak orang termasuk pemuka agama dari berbagai agama kadang untuk menambah pengikut dan massa.

"Tidak ada kemajuan tanpa rasionalitas dan tidak ada kejayaan tanpa kerja keras. Orang semacam Dimas Kanjeng itu pada dasarnya hanya penipu kecil jika menipu uang orang yang percaya. Karena penipu besarnya akan merampas syarat kemajuan dan sukses kita, selamanya kita jadi bodoh dan malas. Inilah sebabnya kita membangun sistem terbuka, agar pemimpin jangan mudah menipu kita. Orang ditipu Dimas Kanjeng sebab orang tidak tahu hidupnya. Dia tertutup dan misterius. Dalam masyarakat yang tidak rasional, hal-hal yang tidak rasional dan misterius kadang menjadi sebab kekaguman dan wibawa.

"Ini abad 21 milenium ke-3, yang beginian ini harusnya sudah tidak bisa diterima. Tapi faktanya masih banyak. Maka kita harus menyongsong masyarakat terbuka. Pribadi bangsa Indonesia harus mulai terbuka. Organisasi juga harus terbuka. Sebab yang tertutup berpotensi menyimpan banyak masalah. Bayangkan Dimas kanjeng telah beroperasi sejak 2006 berarti 10 tahun dan kita tidak sadar apa yang terjadi. Dimas Kanjeng sebagai pusat dari segalanya boleh melakukan segalanya karena ketertutupan membuat dia menjadi kultus.

"Lalu orang-orang membangun argumen untuk membenarkannya secara ilmiah dan juga secara paksa. Yang melawan bisa diisolasi sampai gila. Yang menentang bisa dibunuh dengan cara yang gila. Presiden dalam hal ini sebagai orang nomor satu di Republik ini jangan sampai berbau mistis dan tidak logis. Kalau tidak bisa dan tidak biasa bicara, angkat juru bicara yang fasih dan punya nalar yang baik.

"Presiden jangan tertutup. Kemana-mana pergi tapi rakyat tidak tahu apa yang dipikirkan, apa yang direncanakan, apa hasilnya dll. Presiden Indonesia harus meletakkan dasar pengelolaan urusan publik secara rasional dan terbuka," pungkasnya. (Wartaekonomi)

MUI: Harusnya Ahok dihukum mati, potong kaki dan tangannya atau diusir dari Indonesia


Perdebatan soal Ahok terus bergulir, seperti yang terjadi malam ini di ILC TvOne.
MUI kembali menerang fatwa yang telah dikeluarkannya tadi siang. 
Untuk itu Majelis Ulama Indonesia merekomendasikan:
1. Pemerintah dan masyarakat wajib menjaga harmoni kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan Al-Quran dan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.
3. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran agama Islam serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.
5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang.
Dan dalam dialog yang di pandu oleh bung karni Ilyas, MUI tambahkan, ” Harus Ahok dihukum mati, dipotong kaki dan tangannya atau di usir dari Indonesia. ” .
Lihat Videonya:
Atas pernyataan tersebut MUI telah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut:
1.  Alquran surah al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.
2.   Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib.
3. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.
4.  Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat  51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, “hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Alquran.”
5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat  51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin “adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.”
Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan: (1) menghina Alquran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum._*
Lihat Video Lengkapnya:

Ada Demo Tolak Sandiaga Uno Maju Pilgub DKI, ini alasannya

Ada Demo Tolak Sandiaga Uno Maju Pilgub DKI, ini alasannya
Aksi Unjuk Rasa Tolak Sandiaga Uno sebagai Cagub-cawagub DKI

SENEN - Beberapa orang yang mengaku dirinya sebagai gerakan masyarakat dan Kader HMI Jakarta, menggelar Aksi unjuk rasa di depan kantor KPU DKI terkait kepastian hukum terhadap dugaan kasus korupsi pembangunan depo minyak Pertamina di Banten. Senin (10/10), Jakarta Pusat.

Mereka menuntut pihak KPU DKI melakukan penolakan Sandiaga Salahudin Uno sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Menurut Korlap Unjuk Rasa Abdul Aziz, diduga Direktur Utama PT Pandawangi Sekartaji (PWS) Sandiaga uno dan Komisaris PT PWS Stefanus Ginting telah merugikan negara sebesar 6,4 Juta dolar AS.

Massa yang berunjuk rasa menyebut, akan tetap melakukan aksi hingga Sandiaga Uno dibatalkan pencalonannya di Pilkada DKI.

Dalam surat keterangan, jumlah massa akan dihadiri 300 orang. Namun, hanya tampak empat orang pria berkulit gelap yang melancarkan aksi tuntutannya.
Beginilah tuntutan aksi tersebut:

1. Tolak Sandiaga S Uno sebagai Cagub-cawagub pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

2. KPU DKI wajib diskualifikasi Cagub-cawagub yang terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan depo minyak Pertamina di Banten.

3. KPK segera mengeluarkan Sprindik kepada Sandiaga dalam kasus dugaan korupsi pembangunan depo minyak Pertamina Banten.

4. Jangan kotori Pilkada DKI Jakarta kali ini dengan figur-figur Korup yang menjadi kejahatan luar biasa, sebagai hal yang sangat menakutkan rakyat. (Faizal Rapsanjani)

Editor: Andy Pribadi Sumber: Warta Kota

Inilah 4 Kota Yang Hilang Secara Misterius Namun Masih Dibicarakan Dunia Hingga Kini


Kota adalah suatu tempat yang di dalamnya ada makhluk hidup yang beraktifitas setiap hari. Dan kota akan hilang jika sudah lama tidak ditempati oleh makhluk hidup, entah karena bencana alam, perang, dan lain sebagainya. Berikut akan saya ulas tentang beberapa kota hilang yang paling terkenal di dunia.

Atlantis
4 Kota Ini Hilang dari Peradaban Dunia, Tapi Masih Ramai Dibicarakan

Atlantis digambarkan oleh Plato sebagai peradaban maju dan kekuatan laut yang tangguh. Atlantis dikatakan telah menaklukan sebagian besar wilayah Eropa sebelum tenggelam ke laut. Menurut mitos tradisional, kota ini menghilang karena Dewa kesal dengan ulah para penghuni kota ini. Namun menurut penelitian kota ini tenggelam karena gejala Geologi.

Lemuria
lemoria

Lemuria adalah daratan yang menghilang dari muka dunia. Lemuria disebut juga surga tropis yang terletak di Pasifik hingga akhirnya tenggelam dan lenyap dari peradaban manusia. Awal mula keberadaan manusia ini dapat ditelusuri arkeologis Augustus le Plogeon. Ia mengatakan bahwa orang Lemuria lah yang menciptakan kota besar seperti Mesir dan Meso Amerika. 

Akan tetapi hingga sekarang keberadaan Lemuria masih menjadi perdebatan. Dan sekarang Lemoria ini masih menjadi fiktif, karena sebuah pulau tidak mungkin menghilang dalam waktu yang singkat.

Sodom dan Gomora
sodom-dan-gamora

Sodom dan Gomora adalah salah satu kisah paling terkenal di dunia agama yang penuh penduduk yang berdosa. Oleh karena itu Tuhan menurunkan hujan api yang bertujuan untuk menghukum mereka dan akhirnya kota ini bebas dari peradaban manusia. Sekarang nama Sodom dan Gomora dikaitkan dengan beberapa sifat jahat dan dosa di dunia serta berbagai penulis literatur menyatakan kota ini sebagai kota raksasa modern dengan penduduk yang tidak bermoral.

Walau hingga sekarang keberadaan Sodom dan Gomora belum terbukti secara nyata, namun sebuah teori menyatakan bahwa Sodom dan Gomora adalah kota kuno yang mengalami bencana meteor pada tahun 3123SM. Meteor tersebut mengakibatkan kebakaran yang hebat hingga akhirnya menyebabkan kobaran api sangat besar yang menghanguskan kayu-kayu rambut hingga manusia. Manusia pada zaman tersebut belum mengerti tentang ilmu meteor menyatakan bahwa hal tersebut adalah hukuman dari Tuhan.

Troy
troy

Troy merupakan kota legenda yang menjadi pusat dari berbagai sejarah modern seperti tempat kediaman pahlawan Yunani Achilles dan kota dimana tempat terjadinya perang kuda Trajon. Dan nama Troy di kenal melalui syair Homer dalam sebuah sajak paling terkenal saat itu yakni Iliad.

Sejak dulu keberadaan Troy sebagai kota yang hilang sering dikaitkan serupa dengan Atlantis dan hingga akhirnya pada tahun 1871 tembok Troy ditemukan secara tidak sengaja. Dan alasan kenapa tembok Troy tidak pernah dikalahkan adalah karena tembok Troy dibangun di atas reruntuhan kota lainnya yang telah di hancurkan berkali-kali. Hal ini membuat tembok Troy menjadi sangat kuat. Sekarang tinggal reruntuhan yang tersisa dari kota legendaris ini, namun nama Achilles dan kuda Trajon tetap di kenal dunia sebagai bagian dari kota yang hilang tersebut.

Gini Surat Terbuka Anton Medan Untuk Koh Ahok

Gini Surat Terbuka Anton Medan Untuk Koh Ahok

  

Anton Medan (Net)

Pak Gubernur Yth.
SAYA memang bukan warga asli Jakarta, tapi kita sama-sama berasal dari etnis yang sama, Tionghoa. Meski lahir di Tebing Tinggi, tapi saya telah merasakan kerasnya hidup di ibu kota selama puluhan tahun.

Saya juga bukan orang yang suci untuk mengomentari Koh Ahok, saya hanya mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf dan memeluk agama Islam.

Saya ingat betul beberapa bulan sebelum pesta demokrasi Pemilu Presiden 2014, Koh Ahok berkata kepada saya, “Koh Anton, tolong jelaskan kepada saya, syahadat itu apa?”. Mendengar hal itu, perasaan saya seperti naik roller coaster, rasa haru serta macam-macam rasa yang lain tercampur jadi satu.

Saya juga masih ingat, ketika Koh Ahok masih mendampingi Joko Widodo yang kala itu masih duduk di kursi nomor satu Jakarta menanyakan masjid di Balai Kota. Pada waktu itu saya katakan, “Balai Kota DKI kok tidak ada masjid” dan Koh Ahok pun terkaget-kaget. “Apa iya?” timpal koh Ahok saat itu. Koh Ahok pun lantas memerintahkan untuk membangun masjid di Balai Kota DKI.

Kita semua tahu, selama puluhan tahun DKI tidak memiliki masjid raya atau masjid agung (masjid besar), namun saat Koh Ahok menjabat sebagai wakil orang yang kini duduk teratas di Indonesia, Koh Ahok mengusahakannya, dan dibangunlah Masjid Raya DKI Jakarta di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Sempat disayangkan saat Pak Jokowi menjadi presiden dan Koh Ahok menjadi penggantinya, muncul demonstrasi besar-besaran menolak Koh Ahok, dengan alasan karena tidak beragama Islam. Oknum-oknum orang Islam tertentu pun memaki-maki Koh Ahok di depan umum. Lalu muncul pula istilah ‘mulut comberan’ sebagai ungkapan untuk menunjukkan kebencian mereka terhadap Koh Ahok.

Terus terang, waktu itu saya langsung teringat kata-kata Gus Dur yang mengatakan, walaupun keluar dari pantat ayam, kalau telur, ambil. Maka, saya katakan juga, walaupun di comberan, kalau berlian, ambil.

Sebagai sesama turunan Tionghoa, semua orang tahu kalau saya dan Koh Ahok memiliki kedekatan. Saya ingat 6 tahun yang lalu, saat Koh Ahok bercerita ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI melalui jalur independen. Targetnya waktu itu hanyalah, bisa tercatat pernah menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Saya pun membantu Koh Ahok dan ikut dalam pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat.

Eh, dasar memang rezekinya, Koh Ahok malah dicalonkan sebagai wakil gubernur dan berpasangan dengan Joko Widodo, yang kemudian membawa Koh Ahok menjadi Gubernur DKI definitif. “Rezeki enggak akan ke mana”.

Jika kita ingat masa-masa sering ‘curhat’ dulu, Koh Ahok pun pernah bercerita kepada saya, ketika masih duduk di bangku SD dan SMP, Koh Ahok bersekolah di sekolah Islam. Tetapi, sayang tidak bisa ikut mengaji karena tidak boleh masuk masjid.

Mendengar hal itu saya bukan kaget, tetapi bingung. Bagaimana tidak, sedangkan dulu Nabi Muhammad ketika membangun Madinah dan memimpin pemerintahan dengan lebih 70 golongan, beliau tidak membangun balai pertemuan khusus, selain masjid. Namun, sebagai seseorang yang tidak memeluk Islam dari lahir, mohon dikoreksi jika saya keliru dan ada yang lebuh mengetahui perihal itu.

Saat terakhir pertemuan kita, saya ingat pernah bertanya kepada Koh Ahok, “Hok, gua nggak ingin lu masuk Islam waktu jadi gubernur. Nanti dibilang orang pencitraan”. Tapi Koh Ahok malah menimpali, “Tapi kalau hidayah datang, siapa yang bisa menghalangi?” Subhanallah. Mendengar itu saya hanya bisa diam terpaku.

Jika kita semua ingat, saat mengawal Republik Indonesia yang berdasar Pancasila, Agus Salim yang ketika itu menjadi Menteri Luar Negeri dan sedang berada di luar negeri secara tegas menyatakan identitasnya bahwa dirinya adalah orang Indonesia yang beragama Islam.

Pernyataan itu perlu dihayati dengan kesadaran keagamaan yang mendalam. Bangsa Indonesia dengan mayoritas umat Islam telah bersepakat mendirikan negara dengan dasar Pancasila. Bahkan dalam persiapan menuju kemerdekaan, muncul semacam aksioma, “Seseorang tidak punya bangsa apa artinya, sebuah bangsa tidak punya negara apa artinya, dan seseorang tak punya negara bisa berbuat apa untuk agama.”

Merujuk kekhasan perjuangan Islam yang rahmatan lil alamin, ada trilogi, Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Basariyah, dan Ukhuwah Wathoniyah (persaudaran Islam, persaudaraan kemanusiaan, dan persaudaraan kebangsaan). Sedangkan kalau ada trilogi lain dengan kebencian, seperti misalnya “Negara Islam, negara musuh, dan negara non-Muslim yang mengadakan perjanjian damai” itu sangatlah bertentangan dengan jiwa Bangsa Indonesia.

Perli diingat, sesungguhnya Islam yang bersenyawa dengan kultur bangsa Indonesia adalah teladan dunia. Mengawal negara yang berdasar Pancasila dengan perjuangan Islam rahmatan lil alamin tanpa kebencian, adalah sangat utama. Sehingga, siapa pun orang Indonesia berkewajiban mengawal Republik Indonesia yang berdasar Pancasila.

Wajar, dan bahkan seharusnya, jika saat ini masyarakat mengapresiasi orang seperti Koh Ahok, yang siap bertaruh nyawa untuk membangun Indonesia khususnya DKI Jakarta, menjadi lebih baik, yang ditunjukkan dengan satunya pikiran, ucapan, dan tindakan.

Umat Islam mengemban amanah, mengembangkan, dan mengamalkan konsep Iman-Islam-Ihsan. Jangan malah Ihsan diganti dengan panjang umur murah rezeki. Dan apabila kita berpikir dan berperasaan secara Islam, Insya Allah, kita layak menyebut Koh Ahok sebagai salah seorang patriot bangsa Indonesia yang Islami, meskipun dia non-Muslim.

Salam hormat,

Anton Medan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI). (Kriminalitas/SuaraNetizen)